#30HariMenulis- Day 12- friendzone? Dibikin nyaman aja...
Hari ke-12 dan besok harus bikin fiksi horror. Dan gegara mikirin kelanjutan Diatas Atap yang gak kepikiran sama sekali jadinya ngahuleng, ngalamun dan ziiiiing.... teringat 1 kata... friendzone. iya....friendzone. Terus? hmmmm....
Seorang sahabat pernah bertanya, "Tam, menurut kamu cinta itu apa sih?"
Aku sih cuman diem denger dia ngomong gitu. Udah biasa sama pertanyaan aneh dia. Iseng aku jawab saja... "Kalo aku lagi jail ya au jawab cinta itu kamu."
Dia hanya tertawa *Bikin dia makin lucu* dan memberikan opininya sendiri.
"Bagi aku sih cinta itu persahabatan, karena sebelum kita mencintai seseorang, kita bisa mengenalnya lebih jauh dari hubungan persahabatan."
Ingin rasanya hati ini teriak, "Jawaban aku tadi itu beneran tau!"
Friendzone.... siapa yang gak tau? siapa yang mau masuk zona ini?
Dan ketika sedang berdua itu tiba-tiba 'mantannya' datang. Jleb banget! Saaaakkiiiiiiiit banget. Banget banget banget. Tapi sebagai sahabat ya harus terima lah ya, walau hati sebenarnya nangis. Dan untuk mengurangi rasa sakit itu aku pergi dari tempat itu. Ya mau gimana lagi, aku gak mau dianggap setan yang berada diantara dua orang yang bukan muhrim.
Ketika seseorang menjalin persahabatan dengan orang lain, maka akan terjalin suatu jalinan yang kuat antara mereka. Saking kuatnya, membuat mereka nyaman dalam zona persahabatan dan melupakan atau bahkan menyingkirkan perasaan lain yang muncul. Cinta yang tumbuh dianggap cinta biasa yang dirasakan oleg seorang sahabat. Tak ada yang istimewa, hanya ada kau dan aku dan kita sahabat. Pacar? cari yang lain. Padahal, ketika pacarmu menyakitimu, pada siapa kau berlari mengadu? pada siapa ku menumpahkan airmatamu? pada siapa kau meminta pelukan yang membuatmu tenang? Jika tak pada ibumu, kau akan lari padaku. Sahabatmu.
Terkadang kau membandingkan pacarmu itu. Pada siapa? Padaku, sahabatmu. Dia tidak mengerti kau seperti aku lah. Tidak dapat mengimbangimu seperti aku lah. bla bla bla bla...
Lupakan itu. Lupakan sakit hati itu. Buat dirimu nyaman dengan itu. Lihat saja sisi positifnya. Mungkin dia memang memiliki pacar. Seorang pria yang bisa kau bayangkan tak lebih keren dari dirimu. Pikir baik-baik.
#Kau sahabatnya, kau dekat dengannya, kau tahu segalanya tentang dia. Pacarnya? Belum tentu.
#Kau dengan mudah dapat keluar masuk rumahnya bahkan kamarnya. Mengobrol dengan keluarganya, bercanda dengan dirinya,adiknya, kakaknya. Pacarnya? Ketemu bokapnya aja takut.
#Kau tahu segala rahasianya. Termasuk celana dalam yang dia pakai hari itu! Pacarnya? Belum tentu.....
#Sesungguhnya, ketika dia sedang jalan dengan pacarnya, dia selalu ingat kamu. berharap kamu ada disitu. Buktinya? Dia akan mengabarimu setiap saat.
#Pacarnya selalu cemburu padamu karena kamu lebih dekat dengannya ketimbang dirinya.
Masih banyak point yang lain dan hanya kamu yang bisa rasakan. Dia sahabatmu, kau tahu segalanya.
Intinya sih ya, ketika kamu menjadi sahabatnya, kamu bisa dengan bebas mencintai dirinya seutuhnya, tidak dicampuri oleh hal bodoh seperti pertengkaran hanya gara-gara cemburu belaka. Tak ada kecemburun diantara kalian. Dan yang pastinya, gak ada rasa takut harus berganti status menjadi mantan. Karena seyogyanya (sesemarangnya boleh gak?) tak ada yang namanya mantan sahabat. Toh urusan jodoh hanya Tuhan yang tahu.
Aku dan rasa nyamanku akan mencintai sahabatku.